(Chaptered) Complicated love 4

complicated-love

Title : Complicted Love Chapter 4

Author : exo-lbaekkie baekhyun

Genre : romance, family,triangle love , etc

Length: chapter

Cast : Jung Hye Bin (oc) | Park Chan Yeol | Han Gun ( member exo menurut imajinasi kalian)
Other cast : akan ada sesuai chapter

Rate : Teenager
Disclaimer :Fanfic ini milik saya semua ide cerita didalam nya hanya imaginasi saya belaka. Jika ada kesamaan dalam bentuk apapun itu hanya lah ketidak sengajaan dan bukan plagiat

Author note’s : typo di mana –mana jadi hati-hati . di harap kan comment nya sebagai masukkan untuk author seorang untuk membuat karya yang lebih baik lagi . gamsahamnida

Cr : Kryzelnut@Indo Fanfic Arts
Summary : ketika sebuah cinta tumbuh di antara hubungan yang terlarang

*

*

*

“Hye bin-ssi, da bin ingin..” kata han gun tertahan. “ingin apa ?”

kata hye bin terlihat menunggu apa yang akan dikatakan han gun. “ingin ke supermarket bersama ku, boleh kan?” kata han gun kemudian . sebenarnya bukan itu hal yang ingin ia katakan, dan da bin hanya menghela nafas nya mendengar kata-kata han ahjussi.

“aahh, geurae? Boleh tapi,bisakah kita ke supermarket bersama aku juga harus membeli beberapa barang.” “waah eomma jjinjja? Kajja , kajja!” teriak da bin makin senang mendengar kata –kata eomma nya. “da bin-a eomma gidaryeo. Eomma ke atas dulu mengambil tas dan mantel eomma” . “gidarillkke hye bin ssi” kata han gun seraya menggandeng da bin. Hye bin tersenyum dan segera kembali keruang kerja nya.

Part 3

Background song exo angel

Mereka bertiga pun pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dan da bin berhenti di sebuah area toko kaset danjuga barang elektronik. Da bin melihat sebuah layar LED besar dan sedang di tayangkan acara musik mingguan yaitu music bank. “exo-MAMA” kata da bin sambil membaca judul lagu yang tertulis di layar LED tersebut. Hye bin pun ikut melihat apa yang di lihat da bin. “eomma, aku ingin membeli kaset exo.Boleh kan?” tanya da bin namun fokusnya masih pada layar LED yang terpajang. “memang nya da bin menyukai exo?” tanya eomma nya sambil setengah berdiri agar sejajar tinggi nya dengan sang putri. “ne. Joha-haeseoyo.. mereka baru saja debut bulan ini eomma.”

“waah.. kau banyak tau tentang artis korea ya, eomma saja tidak tau. Baiklah anggap saja ini sebagai kado ulang tahun mu dari eomma ne?” kata eomma nya. Da bin menangguk senang ia pun mengambil kaset mini album dari exo yang bertitle ‘MAMA’. “sudah tagihan nya aku yang bayar” kata han gun sembari mengeluarkan kredit card nya dari dompet nya dan memberikan nya pada petugas kasir.

“gamsahamnida, han gun-ssi. Tapi, bisakah aku bayar album exo ini secara terpisah? Ini hadiah khusus untuk da bin. Biarkan ini aku yang bayar secara terpisah”
“ne,pelanggan” kata petugas kasir sambil memeriksa barcode album tsb. “harga nya *** won , pelanggan” hye bin pun memberikan uang tunai dan mengambil bungkusan album exo yang sudah di kemas dengan kantong. “gamsahamnida. Silahkan kembali lagi. Kalian pasangan yang serasi” kata petugas kasir tersebut. Han gun dan hye bin hanya tersenyum simpul mendengar pendapat sang petugas kasir. Dan da bin untuk ke sekian kali nya mendengar pendapat manis itu, membuat nya tersenyum bahagia.

(Di sisi yang lain di waktu yang sama.)

Seorang namja tengah di ruang rias seorang diri. Ia menatap wajah nya yang terpantul di cermin datar. Iris coklat milik nya menunjukkan bahwa ia benar-benar lelah akhir-akhir ini. Ia menghela nafas nya berat . ia mengepalkan tangan nya seakan meredam kekesalan nya yang tak pernah bisa ia ungkapkan entah sampai kapan. Harus terlihat baik di depan semua orang, sempurna, tanpa cacat itulah tuntutan pekerjaan nya sebagai seorang ‘idol’ yang di gemari oleh kawula muda dan tak jarang orang dewasa.

 

PROFESSIONAL  

 

  Itulah satu kata yang mesti ada pada diri sang idol jika ia tak mau diri nya tenggelam oleh sorotan lampu dan cahaya gemilang yang menghiasi kehidupan nya kini.
Ia membuka ponsel smartphone nya melihat sebuah pesan teks yang ada di inbox message nya. Lalu tangan nya mengetik beberapa kosa kata dan bertulis ‘neo eodiseo? Bogoshipo’ untuk sesaat ia menatap lekat tulisan yang ia telah ketik namun kembali menghapus nya ketika seseorang datang.

 

“ya! Kau harus ke stage 5 menit lagi . bergabung lah dengan member exo yang lain” kata salah seorang staff yang masuk ke kamar rias itu, lalu kembali pergi berlalu. Ia hanya terdiam , kemudian ia mengambil salah satu ponsel milik nya kali ini ia mengambil ponsel 2G membuka kunci nya dan menekan nomor dial seseorang .

 

‘Uri chagi’ itulah nama kontak yang ia hubungi , tut..tutt.. terdengar suara sambung namun tak ada jawaban di sebrang telpon. ‘nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi’ ia pun memutuskan sambungan panggilan nya. Kemudian menaruh kembali ponsel itu kedalam tas nya bersama smartphone nya. Ia pun keluar dari ruangan dan pergi menuju stage.
*
*
*

“ahjussi, bisa tolong setelkan lagu ini di dvd player mu?” tanya da bin. “baiklah.” Kata han gun sambil menyalakan dvd player nya yang ada di mobil lalu untuk beberapa saat lagu terputar.


Han gun dan hye bin sama-sama terkejut mendengar lagu nya yang berputar begitu keras. “kamjegiya” kata hye bin yag sama kaget nya yang duduk di kursi belakang. “da bin-a ini lagu apa? Kau bilang lagu nya bagus-bagus” kata han gun sambil tertawa. “hehehe memang ini lagu andalan nya ahjussi.”
‘uri do- isang nuneul maju haji anheulkka ?’
‘sotog haji anheulkka? ’
‘sarang haji anheulkka?’
Da bin bernyanyi santai dan terlihat sangat menikmati. Hye bin tersenyum melihat da bin yang begitu senang .

Han gun menatap hye bin dari kaca pengemudi , hye bin tertidur di kursi belakang . ia terlihat lelah. Da bin pun mengecilkan volume musik nya. “ahjussi. Jika kau menyukai eomma, katakan saja pada nya. Aku setuju jika kau menjadi appa ku” kata da bin sambil menatap han gun lekat. “baiklah. Ada waktu yang tepat untuk itu da bin-a.” Kata han gun sembari mengelus rambut da bin pelan.

Sebulan kemudian.

“han gun-ssi bisakah kau menemani ku minum hari ini ? aku bosan” kata hye bin disebrang telpon “baiklah,aku akan kesana.”
Merekapun bertemu disebuah kedai soju di wilayah hongdae. Disana sudah ada hye bin yang tengah duduk sendirian bersama beberapa botol soju di atas meja. Han gun pun menghampiri hye bin yang sudah kehilangan setengah kesadaran nya. Han gun duduk di samping hye bin. Han gun hanya menatap hye bin tanpa berkata apapun. Hye bin mengusap wajah nya yang sudah memerah karena terlalu banyak minum soju.

Hye bin menghela nafas nya berat. Kemudian menatap han gun . “hye bin-ssi jib-e kajja. Da bin sendirian di rumah.” Kata han gun. Hye bin menggelengkan kepala nya, kemudian memegang lengan han gun erat. “aniya, gwaenchanha. Gwaenchanha hye bin-a kau pasti bisa menjalani nya tanpa ‘orang itu’ sekalipun.” Gumamnya sambil meneguk segelas kecil soju lagi. Han gun pun kini duduk menghadap hye bin. Lelah. Itulah raut wajah yang ditangkap han gun saat melihat hye bin yang tengah mabuk.

“park chan yeol. Di sini kau rupa nya.” Kata hye bin yang tengah mabuk mengira sosok han gun adalah chan yeol. “bisakah kita kembali. Aku ingin bicara pada mu.” Kata Hye bin lagi. “apa yang harus kukatakan pada da bin nanti chan yeol-ra? Eotheokhaji?nan eotheokhara-goo?” kata da bin sambil menarik-narik kerah baju han gun dan menyisakan kusut di sana. Han gun hanya terdiam ia kemudian memeluk hye bin erat. Dan berbagai keluhan hye bin lontarkan saat ia mabuk. Han gun pun membawa pulang hye bin ke apartement nya.

Ia pun merebahkan hye bin di kamar nya. Menyelimuti nya dan membuka sepatu nya . baru saja ia ingin pergi hye bin kemudian memegang tangan han gun erat. “kajima.. jebal, dangsin-i appa janha. Da bin appa-nikka park chan yeol !” kata hye bin yang mengigau saat tertidur ia kini terlelap karena mabuk nya. Bulir bulir bening mengalir di pipi merah nya. Han gun terduduk di samping hye bin kemudian mendekat kan bibir nya ke dahi hye bin , dengan ragu ia mengecup da bin singkat dan keluar dari kamar nya.

 

2012 October , 13

Musim panas berakhir, kini musim gugur telah datang menyelimuti kota seoul. Angin berhembus membuat pohon bergoyang dan daun-daun coklat kekuningan yang telah kering berjatuhan bersentuhan dengan tanah yang basah. Dan seorang ibu tunggal dan seorang namja tampan akan mengucapkan janji suci di depan tuhan yang telah mereka buat.

Untuk setia, sehidup semati hingga maut memisahkan.

Yaa setidak nya itulah inti dari janji mereka. Untuk saling mengisi kebahagiaan dan kekosongan hati mereka masing-masing. Dan juga untuk membuat bahagia yang lebih lengkap untuk seorang anak yang bukan hasil perbuatan mereka.
Pintu besar terbuka lebar seorang anak kecil jalan mengiringi seorang yeoja yang tengah mengenakan gaun putih yang anggun dengan rambut yang di sanggul ke belakang. Sang anak kecil Mengantar yeoja itu keseorang namja yang tengah menunggu nya berdiri di depan sana. Memberikan tangan sang yeoja kepada si namja untuk menyerahkan penuh seluruh tanggung jawab atas hidup si yeoja ,dan juga putri nya tentu saja.
“aku han gun bersedia menerima pasangan ku jung hye bin apa ada nya, sehidup semati hingga maut memisahkan kami, dan juga mencintai anak nya sebagai buah hati ku sendiri.”
“aku jung hye bin ..’    

hye bin kemudian terdiam . sorot fokusnya melihat sekeliling termasuk da bin . ia kemudian menatap han gun lekat. Han gun menganggukkan kepala nya pelan. “….”

 

To be continued.. jebal comment nya readers.. don’t be silent! Oke.

Iklan

9 pemikiran pada “(Chaptered) Complicated love 4

  1. Ping balik: (Chaptered) Complicated Love 6 | Gallery of EXO School

  2. haduh hyebin nya mau nikah,,, chanyeol gimana?aaaa thor request dong part selanjutnya nikahan hyebin ama han gun batal dong ntah karna hujan badai gitu ato kalo gak angin topan (becanda doang thor).. part selanjutnya ditunggu ya thor!! hwaiting ^^

    Suka

    • Hmm makasih banget kamu udah antusias banget sama FF abal ku ini . . hihihi and , aku gak tau pos ini kapan , kalo nggak sibuk paling engga minggu depan aku publish chapter 5 nya jdi di tunggu aja yaa .. Makasi udah komen dan baca

      Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s