THREE DAYS – EPILOGUE

Three Days

Author : IRISH

Tittle : Three Days

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Lee Sunhee

Genre : Romance, Fantasy

Supported : EXO Members, Xi Luhan, Lee Jieun, A-Pink’s Jung Eunji

Rate : T

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

“Hanya karena dia sudah berbuat jahat padaku bukan berarti aku tak boleh mencintainya bukan?”—Lee Sunhee

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeoreum’s Eyes..

Chanyeol berhenti didepan sebuah pintu. Pintu yang sangat kukenali. Kamar Baekhyun. Tapi pintu kamar itu sudah tertutup rapat. Sejak kapan pintu ini berubah?

“Jangan terkejut melihat keadaannya. Dia tidak pernah lagi berubah menjadi sosok manusianya sejak kau pergi.”

Chanyeol bergerak membuka gembok-gembok yang ada di pintu itu. Dan kudengar Baekhyun kembali berteriak kesakitan.

“Baekhyun-ah, aku membawa Yeoreum.”, ucap Chanyeol saat Ia membuka pintu itu, pintu kamar Baekhyun sekarang bahkan berderit cukup keras.

“Tidak! Pergi! Kau tidak akan pernah membawanya kembali!!”

Aku memejamkan mataku saat mendengar teriakan kerasnya. Aku bisa mendengar dentingan rantai dari dalam.

Chanyeol memberiku isyarat kecil.

“Masuklah, Yeoreum-ah.”

“Tidak!! Pergi!! Bawa dia pergi!! Dia bukan—”

Aku meyakinkan diriku dan masuk ke kamar itu. Tatapanku langsung bertemu dengannya. Baekhyun. Dia benar-benar Baekhyun. Tangan dan kakinya terikat pada rantai yang terpaku mati didinding.

“Yeoreum..”, aku mendengar Ia berucap pelan

Mata merah gelapnya. Taringnya. Cakarnya. Kulit pucat yang terluka memar karena rantai itu..

Walaupun keadaannya menyeramkan seperti ini, Ia Baekhyun. Ia benar-benar Baekhyun yang tiga tahun lalu membuat jantungku berdebar kencang. Dan sekarang melihatnya kembali membuat jantungku berdegup tidak karuan.

“Baekhyun-ah..”

Aku melangkah mendekatinya, walaupun lututku goyah karena rasa takut, dan ia bahkan tidak mengerjapkan matanya dan tatapannya terus mengikutiku.

“Aku akan menutup pintunya, kurasa kalian berdua butuh bicara.”

Aku berbalik dan terkesiap saat Chanyeol menutup pintu kamar itu, benar-benar menutupnya rapat. Tapi saat aku membalikkan tubuhkku, aku lebih terkejut karena sosok Baekhyun sudah berdiri tepat dihadapanku.

Jantungku kembali melonjak tidak karuan saat melihatnya dalam jarak sedekat ini. Mendengar hembusan nafasnya. Jantung ini bahkan masih mengenali Baekhyun dengan baik.

Tangannya bergerak menyentuh lengan kiriku. Dingin. Dan cakar tajamnya terasa dikulitku. Ia menyentuh luka gores cukup besar yang berbekas di lenganku, dan aku terkesiap saat tangannya bergerak menyingkap pelan kemeja yang kukenakan.

Tangan dinginnya kini ada dipinggangku. Benar. Luka itu berbekas disana.

“Yeoreum-ah..”

“Maafkan aku Baekhyun-ah..”, ucapku pelan

SRAK!

Ia menggerakkan lengannya dengan kasar. Aku terkejut bukan main saat rantai-rantai yang mengikatnya terlepas begitu saja dari tempat Ia—selama tiga tahun ini pastinya—terpasang ditembok, dan sekarang Baekhyun mendorongku hingga aku terjatuh dilantai, dan Ia menindih tubuhku.

“Kenapa!? Kenapa kau meninggalkanku!?”, Ia berteriak marah, sepasang lengannya mencengkram erat lenganku.

“Akh.. Baekhyun-ah.. Appeuda..”, aku berucap pelan saat cengkramannya terasa sangat menyakitkan dilenganku, belum lagi bobot tubuhnya, dan rantai itu juga menindih tubuhku.

“Kau berjanji tidak akan meninggalkanku! Kau bilang kau menyukaiku! Tapi kau pergi! Kau pergi dan tidak mempercayaiku!!”

“Maaf.. Maafkan aku Baekhyun-ah..”

Sungguh. Tak ada kata lain selain maaf yang sanggup keluar dari mulutku. Aku memejamkan mataku saat Baekhyun berteriak lebih keras. Haruskah aku mengucapkan maaf lagi dan membuatnya lebih berteriak keras padaku? Aku tau aku yang salah.

Aku tau aku salah karena sudah meninggalkannya.

Baekhyun menarikku dengan kasar, dan kali ini menyentakkan tubuhkku ke tembok. Menekan lenganku dengan lebih kuat.

“Kenapa kau tidak percaya padaku?!”, teriaknya keras sementara untuk kedua kalinya tindakan Baekhyun membuat sekujur tubuhku sakit.

Aku memberanikan diri dan menatap Baekhyun. Apa yang harus kukatakan padanya? Bodoh.. Aku memang bodoh.

“Maaf..”

Ia mendekatkan tubuhnya ke arahku, dan jantung ini semakin melompat tidak karuan. Ugh. Lenganku sudah mati rasa sekarang.

“Aku akan membunuhmu.. Seperti yang kulakukan pada mereka semua yang berbohong padaku..”

Aku terkesiap mendengar ucapannya. Dengan refleks aku berusaha melepaskan diriku. Aku berusaha menyentakkan lengan Baekhyun, tapi cengkramannya sangat kuat seolah lengannya menempel mati untuk mencengkramku.

“Lepaskan aku.. Lepaskan aku Baekhyun-ah..”, isakku, tangisku pecah karena aku begitu ketakutan.

“Karena kau.. aku terjebak sebagai seorang monster seperti ini.”

Aku terus terisak. Maafkan aku.. Aku memang bersalah. Aku tidak seharusnya meninggalkan Baekhyun. Aku tidak seharusnya meninggalkannya.. Aku memang bodoh.

Cekalan Baekhyun terasa sedikit melonggar. Dan aku memberanikan diri menatapnya.

“Sekarang kau mengaku salah..”

Aku terkesiap. Mulut bodoh ini kembali lancang berucap.

“Aku memanggilmu.. Saat itu aku memanggilmu.. Aku sudah berjanji padamu aku tidak akan melukaimu.. Kenapa kau tidak mendengarku.. Kenapa kau pergi!?”

“Maafkan aku..”

Mulut dan otak ini seolah tersetting untuk hanya bisa mengucapkan maaf padanya. Jika saja ada hal lain yang bisa membuat amarahnya berkurang, aku tidak apa.

“Akh!!”

Baekhyun kembali berteriak kesakitan. Apa rasa sakitnya datang lagi?

Aku memejamkan mataku saat cengkraman Baekhyun berubah kuat, sangat kuat. Aku bahkan bisa merasakan kuku-kuku tajamnya menggores kulitku.

“Baekhyun-ah..”

“Akhh!”

Aku menggigit bibirku kuat-kuat. Ia kembali berteriak kesakitan. Kali ini.. empat.. lima.. enam..

Aku membuka mataku saat tak lagi mendengar Baekhyun berteriak. Aku terdiam saat tatapanku bertemu dengannya. Dengan sepasang mata merah kelamnya.

“Aku melukaimu..”, ucapnya

Aku sadar lenganku dan daerah dibawah lenganku terasa basah. Darah? Mungkinkah?

“Kau.. baik-baik saja?”

Baekhyun melepaskan cengkramannya, dan Ia bergerak menyentuh pipiku. Aku merasakan sesuatu yang basah dipipiku. Dan ditangannya yang lain, aku bisa melihat darah. Darahku?

“Maafkan aku.. Aku melukaimu lagi..”, ucapnya membuat tangisku pecah

Untuk apa Ia meminta maaf karena telah melukaiku sementara aku lah yang sudah membuat keadaannya seburuk ini?

“Tidak.. Luka ini tidak sebanding dengan kesalahan yang sudah kuperbuat. Maafkan aku Baekhyun-ah.. Maafkan aku..”

Aku memeluk Baekhyun. Mengabaikan tubuh dinginnya. Mengabaikan keadaannya. Tidak peduli seperti apapun keadaannya, aku menyukainya, aku sangat menyukainya.

Perlahan, aku merasakan lengan Baekhyun melingkar di tubuhku.

“Yeoreum-ah..”

Aku melepaskan pelukanku, menatapnya. Aku bisa melihat tatapan lembutnya walaupun Ia menatapku dengan sepasang mata berwarna merah kelamnya. Walaupun keadaannya seperti ini.. Ia tetap Baekhyun.

Aku mendekatkan wajahku ke wajah Baekhyun, dan menciumnya. Tidak seperti dulu saat aku merasa aneh saat Ia menciumku, kali ini.. aku senang karena akulah yang lebih dulu melakukannya.

Aku sedikit terkesiap saat Baekhyun mulai menciumku dengan kasar, aku bahkan bisa merasakan bibirku berdarah karena taringnya. Tapi aku tidak peduli. Walaupun Ia melukaiku, jika itu bisa mengurangi rasa sakitnya, aku akan baik-baik saja.

Baekhyun menghentikan ciumannya, dan Ia menyentuh bibirku dengan jemarinya. Sementara lengannya yang lain ada dipipiku. Rasa hangat perlahan menjalari pipiku saat merasakan kulitnya.

Saat aku membuka mataku, Ia tidak lagi dalam keadaan seperti tadi. Rantai itu memang masih ada ditangannya, membuat luka memar mengerikan ada disana, tapi Ia.. sudah menjadi sosok manusianya.

“Aku sangat merindukanmu..”, bisiknya sambil kembali menciumku.

Tak butuh waktu lama bagiku untuk membalas ciumannya. Dan lebih lagi, Ia menghisap darah yang keluar dibibirku sebelum Ia kembali menghentikan ciumannya.

“Maafkan aku..”, aku kembali berucap

Tangan Baekhyun bergerak mengusap pipiku, dan Ia menatapku lembut.

“Jangan tinggalkan aku lagi.. Aku sangat sakit selama tiga tahun ini..”

Aku menatapnya.

“Sangat.. sakit?”

“Rasanya seperti ribuan jarum menusukku disatu waktu. Dan itu terjadi setiap kali aku mengingatmu.”

Tangisku pecah kembali pecah saat mendengar ucapannya. Dulu.. Ia mungkin mengatakan itu pada Sunhee, tapi sekarang? Perkataan itu untukku, aku.

“Yeoreum-ah..”

“Maafkan aku.. Maafkan aku Baekhyun-ah.. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi..”

Baekhyun menarikku pelan untuk duduk ditempat tidurnya, dan Ia segera memelukku erat. Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhku, seolah membakar setiap bagian kulitku yang bersentuhan dengannya.

“Aku takut.. Aku takut kau membenciku karena aku seperti ini.. Aku takut kau meninggalkanku karena keadaanku mengerikan seperti ini..”

Aku memeluk Baekhyun erat, sangat erat.

“Aku menyukaimu Baekhyun-ah, aku sangat menyukaimu, tidak peduli seperti apapun keadaanmu, separah apapun sakitmu, aku akan selalu menyukaimu..”

“Benarkah?”

Aku menatap Baekhyun.

“Ya, akan kulakukan apapun untukmu agar kau percaya bahwa aku benar-benar menyukaimu.”

                           ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Epilogue.

“Kemana kau akan pergi?”

Aku menoleh saat melihat Baekhyun berdiri diujung pintu kamar dan menatapku curiga.

“Aku sudah bilang aku ada acara pagi ini bukan?”

Ia menyernyit menatapku.

“Benarkah? Kau tidak sedang berencana pergi meninggalkanku lagi bukan?”

Kali ini aku yang menyernyit menatapnya.

“Baekhyun,”, ucapku kemudian membuat senyum muncul diwajah Baekhyun.

Aku tau Ia bercanda dan sering bertanya seperti itu saat aku akan pergi. Apa Ia masih curiga aku akan meninggalkannya lagi setelah aku tinggal dengannya selama hampir lima tahun ini?

Aku menatap Baekhyun kesal. Dan dengan cepat Ia sudah ada dihadapanku.

“Itulah kenapa aku bilang berhentilah dari sirkus dan jadi sepertiku. Jadi aku akan berhenti curiga kau akan meninggalkanku.”

Aku tergelak mendengar ucapan Baekhyun.

“Sama seperti aku menyukaimu, aku juga sangat menyukai sirkus.”, ucapku membuat Baekhyun merengut kesal.

“Unnie!”

Aku baru saja akan mendaratkan ciuman pada Baekhyun saat mendengar teriakan Yoonhee. Ah ya. Sejak tau aku tinggal dirumah ini, Yoonhee sangat suka datang ke Jeollado hanya untuk mengunjungiku walaupun Ia beralasan Ia menjemputku.

“Mwo?”, ucapku sambil berbalik dan menatap Yoonhee

“Ah, apa aku mengganggu kalian?”, ucapnya sambil memasang wajah tak berdosa

“Ya, kau selalu datang dimomen-momen penting.”, sahut Baekhyun

Ah, benar. Karena sering datang kesini, Yoonhee—sudahkah kukatakan Ia punya sifat yang bertolak belakang denganku?—bisa akrab dengan mereka semua, dan bahkan Yoonhee orang kedua yang terkagum-kagum saat tau keluarga ini bukan manusia.

Ia juga sangat mendukung aku dan Baekhyun.

“Maafkan aku, aku tidak berniat seperti itu.”, ucap Yoonhee

Aku tertawa pelan melihat ekspresi kesal Baekhyun yang sangat berbeda dengan ekspresi santai Yoonhee.

“Baiklah, aku akan masuk!”, ucap Yoonhee sambil melangkah melewatiku dan Baekhyun masih dengan tindakan seolah tak berdosanya.

Baekhyun kemudian menatapku.

“Haruskah kita biarkan Yoonhee untuk bersama dengan salah satu keluargaku?”

“Tidak boleh. Kau tau sendiri dia suka pada dokter Xi bukan?”

Fin.

Akhirnyaa! Fanfiction ini END juga XD  thanks banget buat semua readers yang sudah menyempatkan membaca dan berkomentar di fanfiction ini /bows/ komentar kalian adalah penyemangat buatku ^^ hoho~ kalau mau main ke blog pribadiku monggo kutunggu kedatangannya di SINI.

Iklan

15 pemikiran pada “THREE DAYS – EPILOGUE

  1. mian aq baru sempet coment lgi, coz penasaran bgt ma ff ini smpe aq tidur cuma 3jam demi nyelasin baca ff ini alhasil d kantor jdi ngantuk. tpi ga papa” itu semua terbayar kn oleh ending yg keren menurut ku. aq bkl lnjut baca ff yg lain. gomawo dh ngijinin aq baca ff ini. mian klu comennya k pnjangan hehehe…

    Suka

  2. Hai kak. Ff yang kakak bikin itu keren semua, dan sering bikin aku gagal move on. Oh ya kak maaf sebenernya aku udh sering baca ff kakak tapi ga pernah ngomen soalnya bingung mau nulis apa. Aku sering nyari ff fantsy yang kakak bikin dan itu semua menabjubkan. Apalagi yang main castnya Oh Sehun ceritanya itu ngefeel banget. Dari pertama baca ff kakak yang judulnya red room aku udh baca berkali²tapi tetep gak bosen. Setelah baca aku selalu mikir gimana kalo itu beneran? Gimana kalo sehun beneran bukan manusia? Tapi ini hanya cerita fiksi bukan? Ahh tapi aku gak percaya kalo sehun itu manusia *plakk kok kayak curhat jadinya.
    Oh ya kak ada salah satu kalimat yang bikin aku galau setelah baca forgetten yang chapter terakhir. “Kau tidak harus menyukaiku juga, aku sadar, jika seseorang menyukai dua orang.. Dia harus memilih orang kedua. Karena apa? Karena kalau la benar-benar menyukai orang pertama, la tidak akan menyukai orang kedua itu.” Kok aku ngerasa gimana gitu ya. Ah kak maaf aku nulis banyak banget. keep writing ya kak aku tunggu karya laninya

    Suka

    • Ya Tuhan XD wkwkwkwk first, thanks banget udah bikin komen sepanjang ini aku seneng sekal bacanya padahal ga akan bisa bales sepanjang ini juga XD wkwkwkwkwk
      iyaa, ini cerita fiksi, tapi kadang aku juga seringkali mikir kayak kamu, ‘gimana kalo exo beneran bukan manusia?’ tapi serem juga bayanginnya XD XD XD wkwkwkwkkwwkkw
      dan well, aku emang seorang pecinta fantasy jadi ya, semua fanfiksi eksoh rata-rata bakalan aku bikin bergenre fantasy XD wkwkwkwkwkwkwkwkwk serius, aku jadi bingung ini harus balesin apa lagi, thanks a lot karena udah nyempetin baca semua ceritanya yaaa XD

      Suka

  3. waaaah,, aku telat baca ni ff XD
    sumpah ngena bgt, aku suka bgt
    aku ga tau harus ngomen apa lagi abisnya ff nya keren. nyesel aku baru baca XD
    ini ff fantasy pertama yang aku baca sampe abis, sampe mandi sore ketunda buat baca ni ff sampe abis, tapi ga kerasa kalo udh baca ff ini berjam-jam, soalnya alurnya kalo menurut aku ga ketebak, dan pingin cepet2 tau kelanjutannya kaya gima wkwkwk

    semangat thor,, kalo ada niat dan inspirasi, bisa kalii dibikin sequelnya
    hihihi

    Disukai oleh 1 orang

    • XD aahh kamu tega nih telaattt /kemudian patah hati/ xD wkwkwkwkwk thanks banget loh udah nyempetin baca sampe ga mandi, aku juga ga mandi /kok bangga/ XD wkwkwkwkwk thanks yaaaaaa

      Suka

  4. maaf kakak.. di chap prolog kn aku bilang mau coment di tiap chap, tpi trnyata aku udh bingung mau koment apa lagi.. intinya ff ini keren banget deh kak! critanya jg susah ketebak.. tpi aku bingung disini pas awal ada kyungsoo trus hbis itu ganti sehun dn hbis itu ganti suho.. trs itu yg bner mana?? klo kakak lupa ama kyungsoo brarti kk jahat dong kyungsoonya trlupakan.. itu biasku tau.. yaudh deh..kakak aku maafin dengan adanya ff yg keren ini.. keep writing ya kak.. gomawo

    Disukai oleh 1 orang

    • Huahahahahaha iya gapapa dek santai aja XD wkwkwkwk kugilir dikit2 merekanya XD wkwkwk biar kebagian dikit2 wkwkwkwkwk cieh biasnya kyungsuu huahahh thanks juga komennya yaa

      Suka

  5. Wuaaahh! DAEBAK! AMAZING! Ini satu2ny ff fantasy yg bkin aku kehabisan paketan dalam semalam! 😀
    Keren thor.. 4 jempol dah. Critanya g gampang ketebak. Bkin TBC.nya jga pinter bgt bkin g bsa tdur karna penasaran (y)
    ajarin nulis kaya gini donk, hehee..
    Lanjutin great writingny thor, dtunggu karya fantasy slanjutnya!

    Disukai oleh 1 orang

    • Astaga ._. Gimana bisa sampe abis paket dlm semalem?? Aku jd merasa bersalah ._. Huahahahahaha XD menaruh tbc di tempat yg tepat itu baik/? XD wkwkwk aduhh ini cuma ide absurd ;_; aku aja ga nyangka bakal ada yg bacaaa~ thanks komennyaaa

      Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s