[Ficlet] Last Once

Last Once

 

Last Once // Rahay™Kim // Kim Jong In X Ah Ri //Kyung Soo X Sehun X Chan Yeol // Ficlet //Angst X Romance X Friendship X Fantasy//PG-15// All The Story is Rahay Kim MINE //The Inspirations Idea from Song of BTS-Just One Day // Keep RCL Please !! X No Re-blog and No Plagiatrism!!//Editan Abal -abal Rahay™Kim.

 

“Sekali saja, untuk  yang  terakhir”

 

^HappyRead^

Yak! bangunlah! dasar pemalas!” teriak seorang gadis menepuk keras lelaki itu dengan bantal. Yang dipukul meringis kesakitan namun tetap berada ditempatnya dengan mata yang masih tertutup rapat.

Yak! Kim Jong in Ppalliwa!!” teriak gadis itu tak menyerah juga, kali ini ia menarik selimut lelaki bernama Jong in itu agar bangun dengan segera.

“Aaaaaaaaaa!!!!!!!!” gadis itu berteriak histeris membuat Jong In  yang masih berkutat dikasur empuknya segera duduk bersila.

“Ada apa?? Kau kenapa?!?” tanya Jong In masih dengan mata tersayup -sayup berat karena masih mengantuk.

Si gadis menutup matanya dan berbalik badan membelakangi Jong In. Jong In yang mengerti hanya terkekeh pelan.
Ya.. Ah ri -a, kau tak perlu malu melihatku begini. Yang kutahu kau dulu terbiasa melihatku begini ketika bangun tidur, kau kerasukan apa pagi -pagi begini?” ujar Jong In meledek Ah Ri yang memang pacarnya sejak dibangku SMA.

Jong In punya kebiasaan tidur hanya menggunakan celana boxer tanpa dibalut kaos untuk bagian atasnya.
“Apa kau ‘melakukannya’  pagi begini denganku?” goda Jong In tersenyum miring. Membuat siapa saja akan terlena dengan ajakan Jong In yang memang mengundang hasrat duniawi.

Mata Ah Ri mendelik dan bergidik ngeri. Ia berjalan kearah Jong In dan menoyor kepala Jong In kasar.
“Dasar mesum!! Bangunlah, kita akan pergi kesuatu tempat hari ini. Berhentilah untuk selalu berkumpul dengan temanmu hari ini, sekali saja,buatlah seharian ini denganku, Jong In-ah
Mendengar kata -kata Ah Ri, Jong In tersenyum dan segera melompat dari kasur dan menangkap tubuh gadis mungil itu, dan memeluknya erat dari belakang.

“Tentu saja, bahkan jika tak bisa hari ini masih ada esok, dan lusa, minggu depan dan bulan depan bahkan seterusnya.” ujar Jong In dan mengecup singkat pipi gadis itu dan beranjak menuju toilet.

 

‘Tidak, karena ini hari terakhirku’

 

®L a s t  O  n c e®

Seperti janjinya, Jong In menghabiskan waktu seharian bersama Ah Ri. Mereka pergi keberbagai tempat wisata yang tak jauh dari Seoul. Seperti, ke Namsan Tower, Lotte World dan terakhir Sungai Han menikmati pemandangan Air Mancur menari yang beberapa Jam lagi akan mulai mengingat waktu masih petang sekarang.

“Apa kita tak pulang saja, dan melanjutkan menonton Film favoritmu dirumah.Kemarin, aku ketiduran Jong In. Jadi, ayo kita ulang saja Filmnya.” ajak Ah Ri dan menarik tangan Jong In.

Jong In mengerucutkan bibirnya dan menahan Ah Ri untuk tidak pulang. “Kau bilang seharian bersamaku. Aku tidak mau pulang, dan juga siapa suruh kau ketiduran? Sejam lagi juga mulai acaranya.” ujar Jong In memohon pada Ah Ri. Tak biasanya, Jong In bersikap seperti itu apalagi didepan gadis.

Ah Ri pun menyetujui permintaan Jong In. Ah Ri menggenggam jemari Jong In erat, seakan ia tak mau berpisah dengan Jong In.

“Kita bisa mengulang filmnya lain kali,masih ada hari esok. Keuchi Ah Ri -a?” imbuh Jong In menatap sungai Han petang itu kemudian beralih pada Ah Ri. Senyuman Jong In begitu bahagia dan sumringah sedangkan Ah Ri hanya tersenyum getir ketika Jong In sudah tak memandangnya lagi.

“Jika ini hari terakhir dan tak ada esok?Apa yang kau lakukan?” tanya Ah Ri tiba -tiba.

Jong In tersentak kaget dan menatap Ah Ri bingung. “Mian, kau berkata apa tadi? Aku sepertinya melamun tadi.” ujar Jong In.
Ah Ri hanya tersenyum dan memeluk Jong In, Jong In hanya merasa tubuh Ah Ri jauh lebih hangat sekarang. Dibanding hari -hari lain.

“Jika aku memelukmu sekali hari ini, apa besok aku juga bisa melakukan hal yang sama?” tanya Ah Ri lagi masih dalam dekapan Jong In. Matanya telah berkaca -kaca menahan kristal yang siap jatuh kapan saja.

“Woah ~ Ah Ri -a, kau tau? Tubuhmu jauh lebih hangat sekarang” ujar Jong In malah menjawab hal lain seraya terkekeh pelan.

®L a s t  O  n  c  e®

 

“Hei! Jong In -ah, kau kemana saja? menghilang seharian kemarin.” ujar Kyung Soo yang duduk didepannya. Chan Yeol dan Se hun segera mengangguk antusias.

“Apa yang kalian bicarakan? Aku sudah menghubungi kalian, dan tak ada satupun yang menjawab panggilanku.” ujar Jong In.

Kyung Soo, Sehun dan Chan Yeol saling lempar tatapan. Dua dari mereka menaikkan bahu dan Chan Yeol menepuk bahu Jong in pelan.

“Itu tidak penting, kita ini kan nanya kau kemana saja kemarin?” ujar Chan Yeol dengan tatapan menyelidik.

“Aku seharian jalan -jalan bersama Ah Ri.” terang Jong In santai saja.
Ketiga temannya bingung dan kemudian berubah menjadi murung.
“Jong In, kau yakin?” tanya Se hun dengan wajah bingung dan gelisah.
“Tentu saja, aku dan Ah Ri ke Namsan, lalu ke Lotte dan ke Sungai Han. Apa aku salah?” tanya Jong In tak mengerti.

“Aku harap kau tak terkejut, Jong In -ah” ujar Chan Yeol dan menepuk bahu Jong In pelan mengisyaratkan bahwa apapun yang akan dikatakan salah satu dari mulut mereka adalah nyata dan Jong In harus menerimanya dengan hati yang lapang.

“Ah Ri, dia..”
“…..Ah Ri sudah meninggal, pada musim dingin tahun lalu. Karena penyakitnya, kau tahu kan?” jelas Kyung Soo.

Saat itu juga Jong In membeku. Benaknya berusaha berpikir namun sepertinya ia menolaknya. Rasa sesak yang mencekiknya saat itu juga, Ia sadar betul kemarin Ah Ri masih bersamanya.

Bagaimana bisa? Tiba -tiba teman -temannya mengatakan bahwa Ah Ri sudah meninggal.
Yadeura ~. . Lelucon macam apa yang kalian buat ini, tidak lucu.” ujar Jong In dengan wajah merah padam, netranya telah menahan sekumpulan air mata yang siap lolos kapan saja jika ia berkedip sekali saja.

“Kami bertiga mengikuti kau, dan di semua foto ini kau hanya sendirian. Relakanlah, Ah Ri. Kim Jong In.” ujar Chan Yeol dan memberikan kamera digital milik Sehun.
Jong In melihatnya sendiri, ia memang sendirian saat ia berada di Namsan, di Lotte World bahkan Sungai Han.

“Tidak mungkin, Ah Ri -ah.

Jong In menyesal bukan main, mengapa ia tak mencerna dengan betul perkataan gadisnya tempo hari. Sehingga semuanya hanya bisa menjadi pengandaian saja.

Jong In menerima dengan lapang dada walau sakit dihatinya tak kalah juga yang ia rasakan. Ia baru sadar seharusnya, ia bisa lebih menghargai Ah Ri sebagai seorang kekasihnya.

Seharusnya Jong In bangun lebih pagi saat gadis itu menyuruhnya untuk bangun. Pantas saja, Jong In hanya merasa seperti Ah Ri tak memiliki hari esok bahkan hanya untuk sekali.

Sekarang Jong In hanya bisa mendoakan agar Ah ri tenang disana, meski ia tahu pasti gadis itu selalu melihatnya dari langit. Justru ia berterimakasih pada Tuhan karena mengijinkan Ah Ri untuk tinggal lebih lama dengannya, walau keinginan gadis itu terturuti meski hanya sekali.

 

A/N : Hai, semuanya ~ aku balik lagi dengan ficlet absurd  kali ini.. Bagi  kalian  yang nunggu Complicated Love part 7 aku gak bisa update  sekarang  karena  ada banyak  yang   harus  ku edit  ulang  terutama EYD ku yang masih  parah  BANGET TYPONYA. :”( .

Maaf  banget yap  semuanya ~tapi, ku janji  Insyallah  ku update  minggu ini   juga kalo  sempet yeeaapp. Sekian  ~ Thanks !~ Oya ..

RCL  JANGAN  LUPA ~ TINGGALKAN  KEBIASAAN  JELEK KALIAN  UNTUK  JADI  SIDERS OKEH ?

Wassalam

XOXO

Iklan

2 pemikiran pada “[Ficlet] Last Once

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s