[Chapter 14]Complicated Love

complicated-love-arinyessy

Title : Complicated Love Chapter 14

Author : exo-lbaekkie baekhyun

Genre : Romance, family, etc

Length: Chapter

Cast : Jung Hye Bin (oc) |  Park Chan Yeol | Han Gun

Other  cast : akan ada  sesuai chapter

Disclaimer :Fanfic  ini  milik saya  semua  ide cerita  didalam nya  hanya  imaginasi  saya  belaka.  Jika  ada kesamaan  dalam  bentuk apapun  itu  hanya lah   ketidak sengajaan   dan  bukan  plagiat

Author note’s : typo  di mana –mana  jadi  hati-hati  .  di harap kan  comment nya  sebagai  masukkan  untuk  author  seorang  untuk  membuat  karya  yang  lebih  baik  lagi  J. gamsahamnida

Arin Yessy at Ifa beautiful poster

Summary :

ketika sebuah cinta tumbuh di antara  hubungan yang  terlarang .

 

***

Sepasang mata tengah menyaksikan  Chan Yeol dan Hye bin yang tengah memasuki lift . Pintu lift tertutup . Kini Ia  berdiri. di depan pintu lift yang baru saja tertutup .

Han Gun tengah berdiri .

Benar . Ia  melihat nya . Melihat semua kejadian itu dengan mata kepala nya sendiri .

Ia Yakin pasti ada sesuatu yang terjadi , antara Istri nya dengan Namja  -Oppa Da bin  nya itu .

***

Flashback ~

Han Gun yang haus turun ke lantai bawah untuk membeli minuman kaleng , Tak sengaja ia mendengar dua orang sedang berbicara di dalam Tangga darurat .

Dan sosok itu adalah Istri nya Hye bin  dan seorang Namja yang berdiri  sedari tadi di depan kamar Da Bin dan memeluk Hye bin yang tengah menangis .

Han Gun adalah suami dari Hye bin , ia  melihat hal itu . Jelas saja  mungkin Jika suami orang lain yang melihat hal  semacam itu  sudah pasti ingin menghajar habis wajah Namja yang memeluk istri nya sembarangan .

Tapi , Tidak dengan Han Gun . Ia adalah tipe orang berkepala dingin , dan tak ingin mengambil kesimpulan tanpa ada nya bukti yang kongkrit  dan akurat .

Ia hanya melihat istri nya di peluk oleh orang asing dari kejauhan tanpa bertindak apa -apa .

Tapi , dalam selang beberapa jam . Mereka kembali berduaan dan berbincang .

 

Kenapa kau menghilang setelah hari itu ? Mengapa kau tak mengubah nomor telpon mu setelah kau menghilang dari  pandangan ku . Karena , aku selalu ingin -”

 

“Aku pergi bukan urusan mu . dan aku tak bisa mengubah nya begitu saja , karena suatu waktu aku pasti membutuh kan ‘ nya . seperti sekarang”

Ia sungguh geram dengan hal ini . Ia tak bisa menahan nya lebih jauh lagi .

***

Buk !

Sebuah pukulan keras mendarat di pipi. mulus milik Chan yeol yang baru saja keluar dari Lift .

Ia tersentak  menghantam dinding lift yang baru tertutup .

Tepi  bibir nya berdarah dan pipi kanan nya memar membiru keunguan .

“Han Gun -ssi ! Geuman-hae !”  Teriak Hye bin menahan Han Gun .

Han Gun terus saja membabi buta menghajar  Namja berperawakkan jangkung itu . Namun tak ada pembalasan sama sekali dari  Chan Yeol . Ia hanya mengusap tepi bibir nya yang berdarah .

Sosok Yeoja lain pun datang menghampiri , mereka bertiga .

“Ha Ni -a . .cepat bawa Chan yeol  dari sini”

Ha Ni termangu melihat sosok yang tengah tersungkur di lantai . Sosok yang Ia kenal , dan sungguh. demi  Apapun , ia bertekad untuk tak melihat wajah nya lagi .

“Ha Ni -a Eosseo !”

“Nde ? Nde !”

“Aku akan membantu mu , Chan Yeol -ra”

Ha ni  membantu  Namja  jangkung itu berdiri , dan segera membawa nya pergi dari  Han Gun yang masih memberontak  dari penahanan Hye Bin .

“Han Gun -ssi ! Sudah , Hentikan.”

Barulah Han Gun kembali ke alam sadar nya setelah per sekian menit tadi ia di kendalikan oleh Emosi  dan Amarah nya yang sudah mencapai puncak ubun -ubun .

“Uri Yaegi -haja .”

Tak ada jawaban dari  Han Gun , Ia hanya mengikuti langkah  Hye bin . Hingga tiba di  kembali di depan  kamar DaBin .

“Mianhe Hye Bin -ah”

“Mengapa kau membohongi ku ? Mengapa kau tak bicara saja yang sesungguh nya?”

Han gun tak menjawab ,  Tangan nya ingin mengusap pipi Hye Bin namun Hye bin memalingkan wajah nya .

“Terimakasih . Karena telah menolong ku dan Da Bin enam tahun lalu . Aku tidak tahu pasti alasan mu mengapa kau tak Berkata semua hal itu secara Jujur pada ku . Aku hanya ingin berterimakasih .”

Hye bin  berjalan masuk ke dalam kamar Da bin dan berdiri di jendela menatap langit luar yang mulai  berubah  fajar .

“Dan juga jangan salahkan Chan yeol  ini semua bisa terjadi . Ini , salahku ”

“Siapa namja itu ? Apa  hubungan mu dengan nya ?”

“Park Chan Yeol , Dia -”

“Saranghae Hye bin -ssi” potong Han Gun ,

seakan tak  ingin mendengar jawaban Hye bin  ia segera memeluk Hye bin dari belakang .

“Han Gun -ssi , Kita tak bisa melakukan ini  disini . Aku harus  ke toilet sebentar-

dan juga , segeralah minta maaf pada  Chan yeol . Han Gun -ssi”

***

Ha Ni mengobati Chan yeol  di ruang tunggu dekat ruang Ibu nya di rawat .

“Bagaimana bisa kau di sini ?” Tanya Ha Ni yang mulai menyiapkan peralatan untuk mengobati luka Chan Yeol .

“Oraemaniya . . Ahn Ha Ni .”  Sapa Chan yeol  masih dengan senyum nya yang tertaut di wajah nya yang sudah lebam dan memar  akibat  di pukul Han Gun tadi .

“Sudah telat , aku tanya  bagaimana kau bisa di sini ?” Ha Ni kembali  mempertanyakan Hal yang sama .

“Ibu ku  sakit dan di rawat  di sini . Untuk itu aku mengajak Da Bin ke sini  sebelum aku mengantarkan nya pulang . Itu niat ku sebenar nya”

Terang Chan yeol .

“Tapi , malah jadi begini masalah nya . Dan kau tak bicara pada Orang tua nya dulu . Itu masalah nya .”

Ha Ni mulai mengobati Chan yeol .

“Argh ! Pelan -pelan”

“Tahan sebentar saja .Aku tidak menyangka kita semua akan bertemu seperti ini .”

Ha Ni  menempelkan plester di tepi bibir dan pelipis Chan yeol .

“Cha ! kkeut . Bagaimana bisa kau kenal Da Bin ? Kau melakukan apa hingga suami nya Hye Bin marah begitu?”

Ha Ni bertanya layak nya seorang wartawan .

“Neon kiiJa-ya ?” Chan yeol memaparkan senyum smirk nya pada Ha Ni .

“Kami bertemu saat  Grup ku mengadakan Fansign . Dan  untuk pertama kali nya aku bertemu dengan Hye Bin .-”

Chan yeol tak melanjutkan ucapan nya

“Setelah enam tahun ?” lanjut Ha Ni .

Chan yeol mengangguk .

“Chan Yeol -ra , ada apa dengan mu ? Wajah mu -‘

Tiba -tiba Jung Soo datang , menghampiri mereka .

“Eoh ? Ha Ni -ssi machyeo?”

“Anyeonghaseo . . Jung soo Ahjussi , Tentang Chan yeol -‘

“Minta maaf lah pada  Orang tua nya Da Bin . Mungkin mereka sedang di Ruangan Da Bin di rawat .”

“eoh , geurae . Ha Ni -ssi  silyehamnida”

“Nde ..”

Dokter menemui mereka  ,

” Ha Ni -ssi , apa kau sudah menemukan sample darah yang cocok , untuk Da Bin”

“Ahh, keuge . . Ajikgeun -nyeo”

“Golongan darah apa yang di butuhkan ?

“A murni ”

“Kenapa kau tak mengatakan nya pada ku dari tadi ?”

“Apa Chan yeol -ssi  mempunyai sample darah nya ?”

“Golongan darah ku A murni”

“Baguslah  , kalau begitu tunggu apa lagi ? Ayo . Ikut aku”

“Tapi , aku memiliki riwayat alergi yang sama dengan Da Bin ..”

“Gwaenchanyeo . . Tidak ada salah nya mencoba , Gwaenchan-shicyeo Uisa-nim”

“Nde . . Tak masalah . Itu akan membuat alergi da bin menjadi ke tingkat ringan”

“baiklah . .aku akan melakukan nya”  Chan yeol pun berjalan ke ruang pemeriksaan . Sebenar nya Chan yeol takut dengan hal -hal yang berhubungan dengan medis . Tapi , setidak nya ia harus bertanggung jawab mengenai Da bin .

***

Jung soo mengetuk ruang Da Bin di rawat .

“Masuklah” terdengar suara namja dari dalam ruangan itu .Jung soo pun masuk dan memberi salam hormat , Han Gun yang melihat sosok yang lebih tua  ia juga membungkukkan badan nya sebagai salam hormat .

“Anyeonghaseo Park Jung Soo -Imnida .”

“Nde . . Anyeonghaseo . Han Gun -imnida . Kalau boleh tau anda -”

“Aku paman dari  Park Chan yeol . Kau pasti tau kan ?”

“Nde . algesseoyeo. Keundae”

“Aku ingin minta maaf yang  setulus -tulus nya , Karena aku yang menyebab kan anak anda menjadi seperti ini . Aku sungguh -sungguh minta maaf ”

“Gwaenchan -simnikka , ini  juga salah ku telah lalai sebagai  orang tua”

“Melihat alergi nya yang begitu parah. itu mengingatkan ku pada keponakkan ku yang memiliki Alergi yang sama  dengan anak anda . HanGun -ssi”

“Maksud anda , keponakkan anda Park Chan yeol -ssi juga memiliki alergi seafood .”

“Nde . .”

—–

Seseorang menggeser pintu itu

dan itu Hye bin .

“Eoh !Hye Bin -ah . Oraemaniya” sapa Jung Soo yang tengah berbincang dengan Han Gun .

“J-Jung soo ahjussi . . Anyeonghaseo sedang apa kau disini ?” Hye Bin terlihat kaget karena  kedatangan Jung soo yang tak terduga.

“Dia  Paman nya Chan yeol , Dia datang  ke sini untuk menjelaskan situasi ” Han Gun  menjelaskan kedatangan Jung soo  .

” ahh Aku mengerti . bagaimana keadaan  bibi Park ?” Hye bin  menangguk mengerti , sesekali  Hye bin menatap Han Gun  khawatir . khawatir Han Gun mempertanyakan  yang macam -macam .

“Kau ingin menjenguk nya ?” tanya Han Gun tanpa ekpersi , Han Gun menatap Hye bin dengan death glare nya

“Ne . . kalau kau tidak keberatan . Mungkin sebentar saja” Jawab Hye Bin tampak ragu . Mungkin saja , ia melakukan itu semata -mata untuk menghindar dari interogasi Han Gun .

“Joha . . Kajja ! Kalau begitu aku permisi dulu .” Jung soo menyetujui   nya

“nde . .”  ucap Hye bin singkat tanpa menatap Han Gun

“Aku akan kembali , Han Gun -ssi . Hanya untuk menyapa saja .”  timpal Hye bin  kemudian

“Nugu ? Ibu nya Chan Yeol .?” Tanyamen Han Gun siapa yang akan ia jenguk .

“Eoh ,”

***

Han Gun  hanya termangu melihat Hye bin yang kembali menghilang dari ruangan ini .

Tak terasa kristal bening itu jatuh tanpa ia duga . Ia hanya merasa  sakit . hanya Sakit .

“Appa . .”

panggil Da Bin dengan suara nya yang lirih .

Han gun berbalik  dan duduk di samping Da Bin .

“Da Bin -ah , Ireonnaseo ? Gwaenchanha . . Appa Yeogisseo”

Han Gun  mengusap tangan da bin kemudian  mencium kening putri nya itu .

“Appa ureo ?”  Da bin mengelus pipi Han Gun dan mengusap air mata  sang ayah .

“Eoh . . Appa menangis karena bahagia . Appa Gwaenchanha” Han Gun menguatkan diri nya sendiri .

“Appa , , ”

“eoh , wae ? ”

“Apa eomma marah pada ku ?”

Han Gun terdiam sesaat mencoba menyusun apa kalimat yang pantas  Untuk menjelaskan ke adaan saat ini .

“aniya . . Eomma , sangat khawatir pada mu .Ia juga tak berhenti menangis  karena melihat Da Bin  sakit . Jadi , berjanjilah pada Appa jangan sakit lagi , eoh?”

“Yaksookhae . . Appa”

Mereka pun mentautkan jari kelingking satu sama lain sebagai stempel perjanjian .

“Aigoo . .Putri Appa  cantik sekali . Bagaimana pun , tak peduli apa yang terjadi  dan siapa pun dia . . Aku adalah Appa mu . Itjima”

“Apa sih yang appa bicarakan ? Tentu saja . Dimana eomma ?-‘

Apa  kalian sedang  bertengkar ?”

Lagi , Pertanyaan Da Bin membuat rahang Han Gun mengeras seketika   . Sungguh , ia tak pernah menginginkan keadaan seperti ini . Itu membuat nya muak .

“Tidak , Geokjongma . Kau pasti lapar , sekali . Tetaplah disini , sementara appa  membelikan mu sarapan  nde ?”

Han Gun beranjak dari  bangku nya dan menuju pintu keluar . dengan senyum penuh  kebohongan .  Ia bahkan sukses membohongi perasaan nya sendiri .

“Nde.  . –

Appa ?”

“eoh ?”

“Naega mianheseo . . Na Ttaemune Appa ga , Eomma -du .   Geokjeongkhasseo”

“Anniya”

“Keundae . . Chan yeol Oppa eodisseo?”

Lagi . Pertanyaan Da bin bagaikan sayatan pisau yang menyeset organ dalam tubuhnya .

“eung .  . Dia pasti sedang sibuk mengurus eomma nya yang juga sakit , setelah ia tak sibuk , pasti ia akan datang ke sini”

“Appa . . berjanjilah satu hal pada ku”

“Mwoga ?”

“Apa yang terjadi pada ku , Jangan salahkan Chan yeol Oppa  ataupun Eomma . Ini murni  kesalahan ku .Yaksook ?”

“Eung . . Yaksook . Appa akan kembali”

***

Han Gun berjalan gontai , di koridor rumah sakit yang cukup ramai . Sesekali ia menabrak orang yang berjalan melawan arus dengan nya .

“Maafkan aku”

Han Gun meminta maaf pada setiap orang yang di tabrak nya .

Salah nya . Membiarkan seluruh hati dan memory otak nya di isi hanya untuk Hye bin dan Da Bin dan tiada tersisa sedikitpun ruang untuk diri nya sendiri . Ia baru saja menyadari hal itu setelah kejadian ini .

 anyeonghaseo.. da bin eomma  perkenalkan  aku  Han gun. Sekali lagi maafkan aku  sudah membawa  da bin tanpa izin mu lebih dulu kata  si namja  sambil memberi salam hormat  kemudian mengulurkan tangan nya.  Ibu da bin  merespon  uluran tangan si namja  dan berjabat tangan . animida, bangapseubnida han gun-ssi  . nama ku jung hye bin-imnida. Terimakasih sudah  membawa  da bin kembali  pada ku. Aku pikir da bin menghilang. Ia sudah sering main sendiri tanpa ku dan itu membuatku khawatir. Maaf aku tadi sudah sempat berburuk sangka pada mu,han gun-ssi

Dengan ragu  hye bin menjawab ne..  han gun  menanggukkan  kepala  nya  mengerti .tak  terasa mereka sudah tiba di parkiran apartemen mereka.  Han gun memarkirkan mobil nya kemudian membukakan pintu belakang  untuk mengambil belanjaan dan da bin yang masih lelap tertidur.  biar aku saja yang menggendong  da  bin han gun-ssi

aniyeo,gwaenchanhayeo. Kau bawa tas mu dan belanjaan kita saja

kita?  hye bin mentautkan alis nya mendengar satu kosa kata itu . maksudku belanjaan punya mu dan punya ku hye bin-ssi jelas han gun sambil tersenyum , ne, arrayeo kata hye bin.

—–

 

“Aku  han gun  bersedia menerima   pasangan ku  jung  hye bin  apa  ada nya,  sehidup  semati  hingga maut  memisahkan  kami,  dan juga  mencintai  anak nya sebagai  buah hati ku sendiri.

 

Setidak nya Han Gun masih menyisakan sebagian memory nya untuk mengingat kembali kenangan indah di seperempat  abad hidup nya ini . Menata kembali hati nya yang telah retak dan hampir hancur , sendirian .

***

“Aku pamit pulang dulu , Ahjumma”

“Hye bin -ah , bisa kah kau memanggil ku ibu ?”

“Nde ? ahh Nde , Eomoni . aku harap kau lekas sembuh dan jaga kesehatan mu di masa depan ne ?”

“Geurae . Pulanglah ke Ilsan jika kau sudah bosan di Seoul, Eung ? Nanti , Akan  Ibu buatkan kepiting saus tiram  dan makan bersama Chan Yeol , nde . Itjima”

“Nde . . Anyeonghaseo”

‘Ahjussi , aku pamit dulu ‘

“Eoh . . Semoga Da bin cepat sembuh” bisik Jung soo .

***

Chan yeol menunggu hasil tes yang belum juga keluar dan Ha Ni  pergi ke Kafetaria sebentar untuk  sekedar mencari sarapan karena jam sudah menunjukkan pukul 07.30  Am .

“Cha ! Sarapan lah . setidak nya kau dan aku akan bertahan Dua sampai tiga jam ke depan”

Ha ni memberikan dua bungkus Kimbab instan dan sebotol air mineral.

“Dwaesseo .”

Chan yeol menolak pemberian Ha ni

“Eii . . Bada -neun an Bada ? Ppalli .”

Ha Ni menatap Chan yeol dengan tatapan death glare nya .

“Baiklah , Gumawo . ”

Akhirnya Chan yeol pun menerimanya .

“Akh . Tiba -tiba  perutku sakit begini”

“Ya , Gwaenchanha ?”

“Eoh . Aku  akan ke toilet sebentar Nde . Gidaryeo”

Chan yeol pun hanya mulai mengunyah , sementara  Ha Ni ke toilet .

Chan Yeol PoV

Aku tidak tahu , Apa hal semacam ini yang di namakan takdir .

Berpisah  , kemudian bertemu.dengan nya kembali  dalam  waktu yang tak pernah ku pikirkan sebelum nya .  Nasib kami yang berubah  namun apa garis besar takdir kami  persamaan dan perbedaan di waktu yang sama ?

“Chan -geun ! Saengil chukha-handa”

 

—-

“Uri geumanhaja . . Hye bin -ah”

“Geurae . .”

 

 

—–

 

“Chan yeol oppa , kenalkan ini eomma ku yeppeuji , keuchi ?”

 

—–

“tak seharus nya kau melakukan hal itu park chan yeol”

 

—–

“Nde .   Ia memiliki alergi terhadap seafood, tapi aku tak tau kalau separah itu”

 

—–

“Bukan urusan mu , mengapa aku menghilang saat itu . Dan juga , dan aku tak bisa mengubah nya begitu saja , karena suatu waktu aku pasti membutuh kan ‘ nya . seperti sekarang”

 

—-

“Golongan darah yang di butuhkan adalah A murni”

Aku mengingat semua nya , tanpa ada yang terlewat satu pun.

Mengapa begitu banyak kesamaan  dan hal  yang berkaitan .

Apa Mungkin ?! Da Bin

***

To be continued

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “[Chapter 14]Complicated Love

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s