Second Chance

couple-cute-kiss-love-favim-com-2133419

“I planned to say everything to you, but in the end, I just want to tell you that I miss you.”


Malam ini berhawa sejuk untuk cuaca musim panas. Malam ini terang tanpa  tanda-tanda hujan akan turun. Malam ini untuk beberapa alasan Chanyeol tidak mengharapkan badai yang ia sukai belakangan ini.

Di belakang Chanyeol, Anna berusaha mempercepat langkah untuk menyamakan kecepatan dengan Chanyeol. Tangan mereka masih terpaut. Langkah mereka berhenti begitu mendekati taman yang berada tidak jauh dari apartemen Anna.

Keduanya duduk di sisi berlawanan. Chanyeol tidak tahu apa yang harus dikatakan maupun dilakukannya sekarang. Yang diketahuinya tadi, ia hanya ingin membawa Anna pergi jauh. Membawa gadis itu pergi bersamanya ke suatu tempat di mana mereka tidak akan diganggu.

Chanyeol hanya ingin bersama Anna.

Namun, sekarang, Chanyeol menjaga jarak. Ia menciptakan jarak yang cukup. Ketika mereka berdekatan, hati dan pikirannya kacau, dan Chanyeol tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri.

“Aku dengar kau baru kembali dari New York.” Anna membuka percakapan. Okay, this is awkward. “Apa kabar?” lanjutnya berusaha  menyembunyikan ekspresi bingung di wajahnya.

Chanyeol diam. Lelaki itu masih tidak tahu harus berkata apa.

Anna menghela napas melihat Chanyeol masih terdiam, lalu terpikir untuk menanyai Richard pertanyaan lainnya. “You are going back to New York again, aren’t you?”

Chanyeol mengangguk. Lama setelahnya dia buka suara, “Yeah, in a week.”

Anna hanya tersenyum mendengar jawaban singkat Chanyeol. “Hanya itu? Setelah tidak ada kabar, bahkan aku tidak tau kapan kau pergi ke New York lalu kembali ke Seoul dan dalam seminggu kau akan pergi lagi…” Anna berhenti, tidak tahu harus berkata apa.

“I miss you.”  Suara Chanyeol agak parau saat mengucapkannya. “I planned to say everything to you, but in the end, I just want to tell you that I miss you.”

Gadis itu mendongak, kali ini dengan ekspresi bingung dan tidak percaya di wajahnya. “I don’t understand,” ucapnya lirih.

Anna bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia berbicara dengan lelaki itu. Sejak kapan mereka membuat jarak dengan berbagai alasan, kapan Chanyeol memutuskan untuk melanjutkan studi ke New York, hingga lelaki itu kembali lagi ke Seoul. Waktu berlalu sangat lambat bagi Anna.

“Semua begitu tiba-tiba Chanyeol, kau pergi dan…”

It’s hard for me too, Anna. Aku tahu betapa sulitnya bagimu dengan aku yang super sibuk. I always make thousands excuse when you need me. Hingga kau memintaku untuk istirahat sejenak dari hubungan kita. Till one day, I found you with this guy and you were so happy, without asking you that I choose to go.”

Anna menunduk. Kepalanya tiba-tiba terasa begitu berat. “This guy yang kau maksud itu teman ku, Chanyeol.”

Chanyeol mengangguk. Ia tahu berita baik itu sudah lama. “But I just want you to be happy that time. I am sorry Anna.”

Kali ini pandangan mereka bertaut untuk pertama kalinya pada hari itu. Perlahan-lahan Chanyeol membuka diri. Dia sadar saat-saat ia pergi, ia lemah. Seharusnya, sejak awal ia tahu, apa yang dirasakannya jauh lebih dalam daripada itu.

But I still love you, Anna. If this is what crazy feeling of wanting to touch you and be with you is…” Chanyeol berhenti, tidak tahu akan berkata apa lagi.

Ekspresi Anna tak menunjukkan emosi apapun. Namun dari caranya mengalihkan pandangan Chanyeol tahu perkataannya barusan telah mencairkan sesuatu yang ada dalam diri gadis itu. Lama mereka terdiam, hingga pada suatu titik Anna berkata dengan suara yang lirih, “So…you said that you still love me…and…

Chanyeol tahu maksud perkataan Anna. “I still love you and I’d love to give us a chance. And I wish you would..” Dan ia benar-benar berharap Anna akan berkata demikian.

Anna mengulas senyum kecil, lalu dengan gerakan lambat dia bangkit dan berjalan mendekat. Ia berhadapan dengan Chanyeol sekarang. Begitu dekat sehingga jika Chanyeol mengambil satu langkah maju, mereka akan bersentuhan.

Telapak tangan Chanyeol menangkup pipi Anna. Gadis itu memiringkan kepala seolah membiarkan diri untuk larut dalam sentuhannya. Mereka berdiri seperti itu, untuk waktu yang sangat lama. Chanyeol ingin mengingat fitur-fitur wajah Anna—bulu mata lentik yang ujung-ujungnya terangkat, mata jernih yang menyimpan begitu banyak kata yang tak terucapkan, bayangan dirinya yang terefleksikan di sana. Bibir merah yang membentuk senyum halus dan ekspresi yang diperlihatkannya saat ini.

Chanyeol ingin kembali pada malam ini. Bersama Anna, sepanjang hidupnya.

I’d like to give us a second chance,” bisik Anna.

Detik berikut mengubah segalanya. Lelaki itu menciumnya. Kecupan lembut, dua bibir yang bertemu dan berpisah, kemudian saling mencari.  Ketika Chanyeol menciumnya, Anna tahu tidak ada kata-kata yang mereka perlukan. Anna tahu apa yang ada di dalam hatinya, sama seperti ia tahu bagaimana ia memaknai perkataannya barusan. Meskipun Anna tahu Chanyeol akan pergi lagi nantinya, ia percaya suatu hari nanti, mereka akan bersua lagi.

.

.

.

.

Author note:

  1. Ini tulisan setelah setahun gak nulis alias tulisan harap maklum hihihi.
  2. 4 jam nulis cuma dapat ini.
  3. Lebih dan kurang mohon maaf sekian dari saya, selamat sore:)
  4. Visit me!
Iklan

3 pemikiran pada “Second Chance

  1. DIABETES UDAH ahahaha, tulisan pertama stlh ga lagi nulis setahun?? gak tau deh mau kasih komentar apa lagi ini…baper baca fiksi kamu lan selalu wkwkwk, long time no see ya?? jgn ngilang dari nulis menulis ❤

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s