I’m Telling You Chapter 8

Untitledgh

 

Title: I’m Telling You Chapter 8

Genre: Romance,Sad,Life

Cast: Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Jeon aka Jeon (OC)

Jeon Jungkook aka Jungkook BTS

Kim Nari aka Nari Wassup

Rating: PG-15 (dinaikkan karena ada alasan)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Summary:

 

“Ku katakan kepadamu, untuk mencintaiku kan?”

 

I’m Telling You Chapter 8

 

Sepasang kaki berlari

sekuat tenaga, begitu yang dilakukan Jeon sekarang. Lagipula, dia juga lumayan hebat dalam hal berlari membuatnya tidak perlu naik bus lagi. Gedung milik Sehun bekerja juga tidak terlalu jauh dari sekolahnya.

Selama berlari, Jeon terus memiirkan apakah Sehun akan mengacuhkannya? Dia merasa benar-benar menyesal. Apa yang harus Ia lakukan ketika bertemu Sehun?

Serangkaian pertanyaan yang terus muncul di kepala Jeon, mebuat Ia tidak menyadari bahwa Ia telah sampai di gedung perusahaan milik Sehun.

“Akhirnya sampai”Jeon langsung berjongkok mengatur nafasnya yang putus putus.

“Aku harus bertemu Sehun!” dengan semangat yang tiba-tiba menghinggapinya, Jeon langsung berdiri hendak memasuki gerbang gedung perusahaan besar milik Sehun itu.

Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Sehun berjalan bergandengan dengan seorang wanita. Wanita itu bukanlah Nari, namun seserang yang Jeon tidak mengenalnya sama sekali. Sadar, posisinya berdiri akan ketahuan, Jeon segera bersembunyi di baik paga rumput di depan gedung. Sambil sedikit menaikkan kepalanya untuk melihat.

Sehun tampak sibuk dengan ponselnya, sementara wanita yang menggandeng mesra tangannya terlihat sangat gembira. Pakaian yang dipakai wanita itu terlihat minim menurut Jeon yang biasa hanya memakai sweater dengan celana training panjang hingga pergelangan kaki.

Sehun dan wanita itu menaiki mobil Sehun, dan mobil itu berlalu begitu saja dari pandangan Jeon.

 

“Hah” Jeon bangkit berdiri, sambil mengibaskan daun daun yang berada di rok seragamnya.

“Kalau tahu jadinya begini seharusnya aku tidak datang” ucap Jeon sambil terpaku menatap jalan yang tadi dilalui Sehun dan wanita itu.

“Dia sangat berbeda dariku dalam segala hal, dia kaya sedangkan aku miskin. Dia seorang figur publik sedangkan aku hanya seorang anak SMA biasa, dia tampan dan wajahku pas-pasan. Buat apa aku berharap bahwa dia benar-benar menyukaiku?” batin Jeon samil melangkahkan kakinya untuk pulang.

Tidak mungkin Ia kembali ke sekolah sementara Ia sudah memberitahu bahwa Ia akan ijin untuk hari ini. Lagipula, tempat kerja paruh waktunya sedang ditutup karena sang bos sedang dalam masa kehamilan.

“Saat ini, aku hanya ingin pulang” lirih Jeon, entah kenapa hatinya terasa ngilu, seluruh tubuhnya pun merasakan hal yang sama. Membuat dirinya yang biasanya berjalan cepat, tampak lemas dan lambat dalam berjalan.

 

Tes..Tes..

 

Rintik hujan yang semakin lama semakin deras, membuat Jeon yang sedari tadi hanya merenung langsung kaget dan berlari menuju halte bus yang berada di dekatnya.

“Hujannya tepat waktu sekali” gerutu Jeon kesal, “Ini bukan seperti di drama dimana aku akan terus berjalan bersama hujan lalu ada lelaki tampan yang menawarkan payung atau tumpangan lalu aku tidak akan menari di bawah hujan seperti di drama doctors” ucap Jeon panjang lebar, hingga nafasnya tersenggal.

“Ada apa dengan aku ini?” Jeon menjitak kepalanya sendiri kemudian terdiam.

“Untung ini masih masuk jam kerja, sehingga tidak ada orang yang datang bertedu. Kalau tidak, aku bisa dianggap gila” ucap Jeon sambil bergidik sendiri membayangkan orang-orang yang akan menertawainya kalau melihat dia yang berbicara sendiri.

“Kenapa belum ada bus yang lewat?” gelisah Jeon, sebenarnya Jeon adalah orang yang sangat takut dengan hujan, bukan karena hujannya tapi karena kalau ada hujan kemungkinan petir akan ada dan itu membuatnya lumayan ketakutan seorang diri.

“semoga petirnya tidak ada, apakah di halte ada penangkal petir?” Jeon berjalan kesana kemari gelisah.

“Cepatlah datang wahai bus kesayanganku” ucap Jeon, kemudian duduk kembali.

“Seharusnya aku tidak datang tadi. Penyesalan memang selalu datang terlambat” lirih Jeon, kemudian memandang hujan yang deras,ditambah langit yang gelap karena hujan. Sangat cocok dengan keadaan hatinya saat ini.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Sehuna, kau tidak menyentuh gelasmu dari tadi” ucap seorang wanita dengan nada manja pada Sehun yang hanya menimang gelasnya, melihat cairan blue wine yang berada di dalam gelas tersebut.

“Sehuni, mau sampai kapan aku mengacuhkanku?” wanita itu bergerak mendekati Sehun dan memeluk bahunya.

“Dia membuatku kembali pada kebiasaan lamaku” gumam Sehun, suasana di bar yang lumayan tentram karena belum malam hari membuat gumaman Sehun terdengar jelas di wanita yang memeluk bahunya itu.

“Sehuni, siapa yang kau bicarakan?” Tanya wanita itu masih dengan nada manjanya.

Sehun menghela nafasnya, keudian melepaskan lingkaran tangan wanita yang dibelakangnya kemudia berbalik menatap wanita itu.

“Kau bisa memuaskanku malam ini kan?” Tanya Sehun, membuat wanita itu tersenyum dan memperpendek jaraknya.

“Sangat bisa, Sehuni” wanita itu perlahan mendekatkan wajahnya ke Sehun.

“Sehun-ssi”

Suara Jeon yang tiba-tiba muncul dalam benaknya, membuat Sehun terkejut. Dia langsung berdiri dan berjalan menuju pintu keluar bar, tanpa memedulikan wanita tadi yang langsung terjatuh karena dorongannya.

 

“Aku benar-benar gila sekarang” ucap Sehun sambil menaiki mobilnya, melaju kencang menembus hujan deras.

Pikiran Sehun terus berpusat pada seorang gadis, yaitu Jeon. Kata-kata yang diucapkan Jeon padanya terniang kembali dipikirannya, bayangan Jeon yang tersenyum,kesal dan marah menjadi pusat pikirannya sekarang.

“Yeoja itu benar-benar” geram Sehun, Ia marah. Marah karena Jeon selalu mengacuhkannya, apakah yang dilakukannya selama ini tidak bisa membuat gadis itu menyadari perasaannya yang sebenarnya?

“Apa dia mencoba membunuhku?” Tanya Sehun, namun saat Ia menoleh ke samping kanan jendelanya tepat di sebuah halte di dekat perusahannya.

 

Jeon.

 

Yeoja yang dipikirkannya sekarang, tengah duduk memandangi hujan sambil sesekali menghela nafas.

Sehun langsung menghentikan laju mebilnya, dan segera keluar dari mobilnya yang sudah melewati halte bus sedikit. Dengan berlari, Sehun menuju halte bus tempat Jeon sekarang.

“Busnya belum datang?!” kesal Jeon sambil berdiri tidak sabaran sampai Ia menyadari bahwa Seseorang sedang berlari ke arahnya.

“Sehun-ssi?!” panik Jeon ketika melihat Sehun sudah berada tepat di hadapannya, hanya berjarak 2 meter darinya.

“Aku tidak sengaja lewat disini, dan tiba-tiba hujan jadi” ucap Jeon gugup, sambil meremas jarinya. Sehun datang di waktu keadaan hatinya yang tidak biasa.

“Kau” ucap Sehun sambil berjalan mendekat, sehingga Jeon hanya bisa terpaku di tempatnya berdiri sekarang.

“Lari-lari!” batin Jeon, berusaha menggerakkan kakinya. Suara Guntur yang tiba-tiba muncul, membuat Jeon bergidik ketakutan.

“Saudaranya petir mulai lagi, apa Ia tidak tahu aku sedang kesusahan?!” batin Jeon dengan kesal, Ia gelisah saat Sehun kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari dirinya.

“Sehun-ssi, aku minta ma-“

“Kau tahu?” pertanyaan Sehun memotong perkataan Jeon, membuat Jeon mengangkat kepalanya yang menunduk tadinya dan memperlihatkan wajah bingungnya pada Sehun.

“Mau kau katakan aku ini gila, aku tidak masalah” ucap Sehun cepat, kemudian dengan tiba-tiba langsung meraup bibir Jeon kasar dan melumatnya. Membuat Jeon setengah mati terkejut dan memukul-mukul Sehun untuk melepaskannya.

 

Namun Sehun tetap tidak bergeming, dan Jeon semakin kencang memukul Sehun. Merasa terganggu dengan pergerakan tangan Jeon, Sehun langsung memegang kedua tangan Jeon dan meremasnya. Mebuat Jeon sedikit meringis dan tangannya pun tidak bergerak lagi karena saking kuatnya cengkaman Sehun.

Sebuah kecupan berkali-kali menyudahi ciuman kasar yang diberikan Sehun, membuat Jeon terengah saat Sehun melepaskannya. Tangannya terasa sakit.

“Sudah kubilang untuk mencintaiku kan?” ucap Sehun terhadap Jeon yang menatapnya tidak percaya bahwa Sehun akan melakukan hal seperti ini.

“Karena kau terlalu bodoh, sampai aku harus melakukan hal gila seperti tadi” ucap Sehun masih dengan nada emosinya.

“Sehun-ssi aku” Jeon tidak tahu harus berbuat apa, yang Ia alami adalah yang pertama kali dalam hidupnya selama ini.

Sehun mendekat dan memeluk Jeon, sehingga Jeon terkejut.

 

“Mulai sekarang, aku akan melakukan hal ini kalau kau masih tidak tanggap”

 

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

*Jangan dibaca kalau nggak niat

JANGAN JANGAN JANGAN

JANGANNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

HADUH, kenapa ada adegannya?! Salahkan otak saya yang sudah tercampur aduk karena drama Baekhyun ‘Time Slip: Ryeo’ yang akan mulai 29 Agustus nanti.

Haduhhhh, pas ngelihat Baekhyun pakai baju Korea mapuslah saya saya bisa gilaaaa!!!!! Kalau ada kissing scene bagaimana?! MAMPUSLAH SAYA -_-!

Maafkan saya, kalau ada adegan yang tidak bisa dibaca oleh anak dibawa umur seperti saya dan teman-teman yang membaca. Tapi sungguh, adegan di ff ini memang dibutuhkan agar ffnya ada sedikit garam kayak kalau mau rebus sayur gitu, tapi saya kalau rebus sayur pakai bawang sama masako nggak pakai garam. Sehun juga agak lalallalallalalala happiness! (nyanyi nggak jelas -_-)

Mohon maaf karena basa-basi saya yang nggak jelas, dan mohon maaf juga bila ada kesalahan dalam ff ini yang membuat teman teman sekalian pada bingung,

Terima kasih sudah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^!

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s